(Terlalu Cinta)
wanita' kenapa kau terlalu susah untuk mengungkapkan rasa itu
wanita' kenapa kau terlalu kuat memendamnya
aku rela menahan sabar atas rinduku
aku rela meneteskan air mata karna terbunuh rindu
entah kenapa kamu terlalu kuat berpijak dihati dan pikiranku
sudah beribu cara aku lalukan agar otakku tak mengingatmu dan hatiku berhenti setidaknya kurang untuk merindukanmu
jarum jam tak perlu berputar lebih panjang
hari tak perlu lelah berganti
saat kamu ada didekatku
tetapi bekas dirimu diingatanku seolah
jarum jam jauh lebih lama berputar
dan hari-hari sangat panjang dan terus berganti
kamu seakan memberikan sejuta tanda tanya yang tak bisa aku jawab
kamu seakan memberiku minum akan racun
dan siap mati karna tidak ada penawarnya'
(Ranum cintaku)
Aku bukanlah mawar
Yang membuatmu indah menatapnya
awan pun tidak’ yang lembut untuk kau sentuh
sedangakan, sedangkan airmataku sudah terlalu kuat tuk menahan ingin memiliki hatimu
dan tanganku sudah beribukali bergerak dipipi tuk menghapus aliran airmata itu tanda sandiwara ketegaranku..
hingga akhirnya aku hanya memersilahkan otakku untuk menghadirkan bayanganmu dihari2 semuku
dan hingga akhirnya aku cukup bahagia dengan hanya memanggil namamu
tanpa kamu harus menoleh kepadaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar