i'am so special

Kamis, 25 April 2013

Pergi Saja


“hay, jangan ngambek, kalau kamu ngambek jeleknya jadi 5 kali lipat” seryl mencoba menghiburku
 “tapi itukan jurusan yang aku inginkan ser” aku menatap mata seryl lirih putus asa

Seryl semakin menatap mataku, tangan kanannya semakin erat menggengam tanganku dan tangan kirinya memegang pundakku seakan memberi energy kekuatan
“apa pun yang terjadi kita harus sama – sama kuliah disini, aku bakal bantu kamu, kamu pasti bisa, ayo belajar lebih giat lagi, kamu coba tes dikampusku ya” seryl tersenyum, tulus. Aku hanya menatap bola matanya yang coklat tanpa sanggup untuk berkata, mungkin saat ini hanya hatiku saja yang memiliki tenaga untuk berbicara
beruntung aku memiliki kekasih seperti kamu ser, terimakasih sudah memberiku kekuatan, aku akan berjuang supaya kita bisa kuliah disini sama – sama. hatiku berguman dan aku hanya tersenyum padanya.
***
Sedihku terbayar, mata seryl berbinar bahagia, dia memelukku erat didepan papan pengumuman ini yang memberikan keterangan bahwa aku dan seryl lulus satu universitas.
Disinilah, dikota inilah kisah cintaku penuh cerita, berangkat sama – sama dari kota asal kekota tujuan untuk kuliah, penuh keyakinan bisa kuliah bersama walau sebelumnya aku merasa hampir putus asa karena tidak lulus dikampus dan jurusan yang aku inginkan, kalau bukan tangan seryl yang menarikku untuk bertahan, mungkin aku sudah mundur. Aku dan seryl sudah menjalin kasih selama 2 tahun sejak SMA, aku sangat menyayangi wanita ini, tak mudah saat SMA aku mendapatkannya, tak sia – sia susahnya aku, karena sekarang sesuai dengan kasih sayangnya yang dia berikan kepadaku.
 “haaahhh, beres” serly menepuk – nepukkan tangannya.
“sudah beres, kamarnya harus dirapiin terus lo ya” ujarku saat kita bersender didinding kamar.
“bersih – bersih itukan cape sayaang, jadi ntar biar sebulan sekali aja aku bersihin kamar ini” ejek seryl kepadaku dengan mengeluarkan sedikit lidahnya menjengkelkan.
 “heehh cewek jelek” aku mengacak - acak rambutnya. Kami berdua pun tertawa.
Lepas dari itu semua. Hari ini melelahkan tapi menyenangkan, dari beli kasur, tv, kompor aku dan seryl berdua lakukan bersama, gak perduli hujan atau apa pun,  yang penting dalam fikiran kita “aku akan persiapkan semuanya disini bersama kamu”
***
Tak terasa sudah 1 tahun kami kuliah, aku seakan hanya mempunya seryl disini, teringat saat bersama – sama memesan tiket pesawat untuk pulang, dan kami tidak mendapatkan bangku bersama, dengan usaha kerasku untuk meminta kepada penjual tiket bahwa kita harus duduk bersama dengan alasan
“kita harus duduk bersama pak.. dia ini sakit – sakitan, kalau dia kenapa – kenapa dipesawat saya jauh siapa yang harus nanganin dia”
Aku lihat seryl hanya sekuat tenaga menahan senyum dan menginjak kakaiku dibawah meja menahan tawa, alhasil aku dan seryl mendapakan satu tempat duduk dipesawat.
Saat bulan puasa itu, pukul setengah 2 dini hari aku datang kekost seryl, hanya untuk belanja kepasar dan memasak bareng untuk sahur, saat itu aku masak dikostnya, aku lihat seryl begitu konsen memasak, naluri jahilku bangkit, aku tiup tepung kemukanya, dia jengkel coba membalas tapi aku menghindar hingga dia menarik tanganku dan menghamburkan tepung dari atas kepala hingga mukaku, tak ada yang lain kecuali saos tomat disitu hingga aku kontak mengambil dan menumpahkan isinya kebaju seryl, tak mau kalah seryl mengoleskan kecap dimukaku hingga kita tertawa lepas dan sahur dengan kondisi berantakan, saling tertawa menyadari betapa jeleknya satu sama lain.
Saat itu, sepulang dari mall aku dan Sheryl disrempet motor dari samping, aku dan seryl terjatuh, aku bergegas menghampirinya memastikan bahwa dia tak apa, seryl menatapku tanpa ekspresi, aku takut kalau dia kesakitan, tiba – tiba dia tertawa sambil memegang lututnya, aku bingung.. “ kamu gak papa, knpa ketawa??” tanyaku
“Kamu terjelek yang pernah aku lihat tau” seryl makin tertawa
“kenapaa” tanyaku bingung
“mukamu hitam kena tanah”  renyah sekali tawa seryl seakan tak ada sakit disitu saat kami jatuh seperti ini
Aku balas tertawa dan mungkin jauh lebih dari tertawa seryl
“kamu tercantik yang pernah aku lihat” ujarku dengan tertawa lepas
Sekarang gantian seryl yang bingung
“ rambutmu penuh lumpur, sayaanggg” ujarku terbahak, kita saling tertawa, tidak merasakan sakit saat terjatuh seperti ini tak pula menyalahkan siapa – siapa, bagi kami ini lucu tak jadi masalah.
***
“kamu gak ngerti aku banget sih, udah ah capek tau gak bahas ini seharian”
“dengerin aku dulu dong, akukan gak tau apa2” belum selesai aku berbicara seryl telah mematikan HPnya, entah kenapa seharian ini seryl marah denganku.

Kembali untuk kesekian kalinya aku memperhatikan tanggal dan jam “ini sudah jam setengah 11 malam dan tanggal 22 April, dia belum mengucapkan apa – apa, apa dia lupa hari ini ulang tahunku” aku membatin.
aku mencoba datang kekost dia meminta maaf dan mengklarifikasi keadaan ada apa sebenarnya. Sesampai ditempat seryl pintu kostnya tertutup rapat, hordennya pun begitu, aku mencoba mengetuk pintu kamarnya tak ada jawaban, aku sangat yakin dia benar – benar marah kepadaku, berlahan aku buka pintu kamarnya dan tak terkunci, aku kaget setengah mati, tak percaya dengan apa yang aku lihat, disitu banyak lilin – lilin bernyala membentuk jalan, aku menyusuri lilin itu dan mengibas pelan sebuah horden, seakan tak percaya dengan apa yang dilihat, nafasku tertahan, disitu aku dapati ada lilin berbentuk love bertuliskan ditengahnya “ I LOVE U” tiba – tiba dari belakang seseorang menutup mataku dan menyatakan “selamat ulang tahun sayang”
Aku berbalik dan aku dapati seryl membawa tart, dia cantik malam ini, aku sungguh tak bisa berkata apa – apa hingga dikostku aku hanya menangis, betapa kejutan yang luar biasa, betapa aku sangat menyayanginya.
***
Entah kenapa akhir – akhir ini seryl susah diajak untuk makan bersama, tapi bagiku itu tak jadi masalah karena aku tau dia lagi sedang banyak tugas – tugas kampus.
“aku pinjam laptop seryl” pintaku saat sore hari dikostnya selepas pulang kuliah, aku terkejut menelan ludah wellpapper apa dilayar laptopnya, dikebun teh aku lihat pose seryl bersama seorang lelaki, tak aku hiraukan mungkin itu hanya temannya.
Selepas pulang kampus aku ingin mengajak seryl makan, dari ajakanku itu seryl berkata sedang tidak ada dikost dan lagi diluar, aku memutuskan untuk menunggu dikostannya, aku duduk dipinggir kostannya terhalang tembok, 3 jam aku menunggu dia tak kunjung datang, aku mendengar orang membuka alu  aku melihatnya berlahan, tak percaya dengan ini ternyta sedari tadi seryl ada dikostannya, dia keluar bersama lelaki yang ada diwellpapper laptopnya yang aku lihat saat itu, lelaki itu pun pulang dan aku menghampiri seryl, seryl terkejut, dihadapannya aku bungkam seribu bahasa, aku menahan sejuta rasa sakit,pedih dan sedih.
***
“maumu apa” malam itu digerbang kampus aku tak bisa menahan emosiku
“gak usah pake emosi gilang” seryl pun marah
“ antara aku dan dia, kamu harus pilih, bilang kalau kamu gak sayang aku lagi, sampai kapan kamu mau main dibelakang aku” suaraku meninggi dengan tangis yang tertahan
“aku muak dengan kamu” seryl pergi dan berpaling
Aku pun berpaling dan berjalan mengihndarinya, ntah apa yang mebuatku ingin menemuinya kembali hingga aku memutuskan untuk berbalik dan mengejarnya, tak ada, dia tak aku dapati lagi, dia tiba – tiba hilang dengan cepat, aku jalan dan berlari mencarinya tak peduli seberapa larut sudah malam ini, hingga aku memutuskan untuk sms memastikan dia dimana, langkahku pelan lunglai berhenti mengetahui dia bersama lelaki itu saat ini.
***
Sudah 2 tahun ini berlalu, aku dan seryl tidak saling berhubungan lagi, aku merelakan segalanya, dan mengubur dalam – dalam ingatanku bahwa dia yang memperjuangkan aku agar dapat kuliah bersama disini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar