“hay, jangan ngambek, kalau kamu ngambek
jeleknya jadi 5 kali lipat” seryl mencoba menghiburku
“tapi itukan jurusan yang aku inginkan ser”
aku menatap mata seryl lirih putus asa
Seryl
semakin menatap mataku, tangan kanannya semakin erat menggengam tanganku dan
tangan kirinya memegang pundakku seakan memberi energy kekuatan
“apa
pun yang terjadi kita harus sama – sama kuliah disini, aku bakal bantu kamu,
kamu pasti bisa, ayo belajar lebih giat lagi, kamu coba tes dikampusku ya”
seryl tersenyum, tulus. Aku hanya menatap bola matanya yang coklat tanpa
sanggup untuk berkata, mungkin saat ini hanya hatiku saja yang memiliki tenaga
untuk berbicara
beruntung
aku memiliki kekasih seperti kamu ser, terimakasih sudah memberiku kekuatan,
aku akan berjuang supaya kita bisa kuliah disini sama – sama.
hatiku berguman dan aku hanya tersenyum padanya.
***
Sedihku
terbayar, mata seryl berbinar bahagia, dia memelukku erat didepan papan
pengumuman ini yang memberikan keterangan bahwa aku dan seryl lulus satu
universitas.
Disinilah, dikota inilah kisah cintaku
penuh cerita, berangkat sama – sama dari kota asal kekota tujuan untuk kuliah,
penuh keyakinan bisa kuliah bersama walau sebelumnya aku merasa hampir putus
asa karena tidak lulus dikampus dan jurusan yang aku inginkan, kalau bukan
tangan seryl yang menarikku untuk bertahan, mungkin aku sudah mundur. Aku dan
seryl sudah menjalin kasih selama 2 tahun sejak SMA, aku sangat menyayangi
wanita ini, tak mudah saat SMA aku mendapatkannya, tak sia – sia susahnya aku,
karena sekarang sesuai dengan kasih sayangnya yang dia berikan kepadaku.
“haaahhh, beres” serly menepuk – nepukkan
tangannya.
“sudah beres, kamarnya harus dirapiin
terus lo ya” ujarku saat kita bersender didinding kamar.
“bersih – bersih itukan cape sayaang,
jadi ntar biar sebulan sekali aja aku bersihin kamar ini” ejek seryl kepadaku
dengan mengeluarkan sedikit lidahnya menjengkelkan.
“heehh
cewek jelek” aku mengacak - acak rambutnya. Kami berdua pun tertawa.
Lepas
dari itu semua. Hari ini melelahkan tapi menyenangkan, dari beli kasur, tv,
kompor aku dan seryl berdua lakukan bersama, gak perduli hujan atau apa
pun, yang penting dalam fikiran kita
“aku akan persiapkan semuanya disini bersama kamu”
***
Tak
terasa sudah 1 tahun kami kuliah, aku seakan hanya mempunya seryl disini,
teringat saat bersama – sama memesan tiket pesawat untuk pulang, dan kami tidak
mendapatkan bangku bersama, dengan usaha kerasku untuk meminta kepada penjual
tiket bahwa kita harus duduk bersama dengan alasan
“kita
harus duduk bersama pak.. dia ini sakit – sakitan, kalau dia kenapa – kenapa
dipesawat saya jauh siapa yang harus nanganin dia”
Aku
lihat seryl hanya sekuat tenaga menahan senyum dan menginjak kakaiku dibawah
meja menahan tawa, alhasil aku dan seryl mendapakan satu tempat duduk
dipesawat.
Saat
bulan puasa itu, pukul setengah 2 dini hari aku datang kekost seryl, hanya
untuk belanja kepasar dan memasak bareng untuk sahur, saat itu aku masak
dikostnya, aku lihat seryl begitu konsen memasak, naluri jahilku bangkit, aku
tiup tepung kemukanya, dia jengkel coba membalas tapi aku menghindar hingga dia
menarik tanganku dan menghamburkan tepung dari atas kepala hingga mukaku, tak
ada yang lain kecuali saos tomat disitu hingga aku kontak mengambil dan
menumpahkan isinya kebaju seryl, tak mau kalah seryl mengoleskan kecap dimukaku
hingga kita tertawa lepas dan sahur dengan kondisi berantakan, saling tertawa
menyadari betapa jeleknya satu sama lain.
Saat itu, sepulang dari mall aku dan
Sheryl disrempet motor dari samping, aku dan seryl terjatuh, aku bergegas
menghampirinya memastikan bahwa dia tak apa, seryl menatapku tanpa ekspresi,
aku takut kalau dia kesakitan, tiba – tiba dia tertawa sambil memegang
lututnya, aku bingung.. “ kamu gak papa, knpa ketawa??” tanyaku
“Kamu terjelek yang pernah aku lihat
tau” seryl makin tertawa
“kenapaa” tanyaku bingung
“mukamu
hitam kena tanah” renyah sekali tawa
seryl seakan tak ada sakit disitu saat kami jatuh seperti ini
Aku balas
tertawa dan mungkin jauh lebih dari tertawa seryl
“kamu tercantik
yang pernah aku lihat” ujarku dengan tertawa lepas
Sekarang gantian
seryl yang bingung
“ rambutmu penuh lumpur, sayaanggg”
ujarku terbahak, kita saling tertawa, tidak merasakan sakit saat terjatuh
seperti ini tak pula menyalahkan siapa – siapa, bagi kami ini lucu tak jadi
masalah.
***
“kamu gak ngerti aku banget sih, udah ah
capek tau gak bahas ini seharian”
“dengerin aku dulu dong, akukan gak tau
apa2” belum selesai aku berbicara seryl telah mematikan HPnya, entah kenapa
seharian ini seryl marah denganku.
Kembali
untuk kesekian kalinya aku memperhatikan tanggal dan jam “ini sudah jam setengah 11 malam dan tanggal 22 April, dia belum
mengucapkan apa – apa, apa dia lupa hari ini ulang tahunku” aku membatin.
aku
mencoba datang kekost dia meminta maaf dan mengklarifikasi keadaan ada apa
sebenarnya. Sesampai ditempat seryl pintu kostnya tertutup rapat, hordennya pun
begitu, aku mencoba mengetuk pintu kamarnya tak ada jawaban, aku sangat yakin
dia benar – benar marah kepadaku, berlahan aku buka pintu kamarnya dan tak
terkunci, aku kaget setengah mati, tak percaya dengan apa yang aku lihat,
disitu banyak lilin – lilin bernyala membentuk jalan, aku menyusuri lilin itu
dan mengibas pelan sebuah horden, seakan tak percaya dengan apa yang dilihat,
nafasku tertahan, disitu aku dapati ada lilin berbentuk love bertuliskan
ditengahnya “ I LOVE U” tiba – tiba dari belakang seseorang menutup mataku dan
menyatakan “selamat ulang tahun sayang”
Aku berbalik dan aku dapati seryl
membawa tart, dia cantik malam ini, aku sungguh tak bisa berkata apa – apa
hingga dikostku aku hanya menangis, betapa kejutan yang luar biasa, betapa aku
sangat menyayanginya.
***
Entah
kenapa akhir – akhir ini seryl susah diajak untuk makan bersama, tapi bagiku
itu tak jadi masalah karena aku tau dia lagi sedang banyak tugas – tugas
kampus.
“aku
pinjam laptop seryl” pintaku saat sore hari dikostnya selepas pulang kuliah,
aku terkejut menelan ludah wellpapper apa dilayar laptopnya, dikebun teh aku
lihat pose seryl bersama seorang lelaki, tak aku hiraukan mungkin itu hanya
temannya.
Selepas pulang kampus aku ingin mengajak
seryl makan, dari ajakanku itu seryl berkata sedang tidak ada dikost dan lagi
diluar, aku memutuskan untuk menunggu dikostannya, aku duduk dipinggir
kostannya terhalang tembok, 3 jam aku menunggu dia tak kunjung datang, aku
mendengar orang membuka alu aku
melihatnya berlahan, tak percaya dengan ini ternyta sedari tadi seryl ada
dikostannya, dia keluar bersama lelaki yang ada diwellpapper laptopnya yang aku
lihat saat itu, lelaki itu pun pulang dan aku menghampiri seryl, seryl terkejut,
dihadapannya aku bungkam seribu bahasa, aku menahan sejuta rasa sakit,pedih dan
sedih.
***
“maumu apa” malam itu digerbang kampus
aku tak bisa menahan emosiku
“gak usah pake emosi gilang” seryl pun
marah
“ antara aku dan dia, kamu harus pilih,
bilang kalau kamu gak sayang aku lagi, sampai kapan kamu mau main dibelakang
aku” suaraku meninggi dengan tangis yang tertahan
“aku muak dengan kamu” seryl pergi dan
berpaling
Aku pun berpaling dan berjalan
mengihndarinya, ntah apa yang mebuatku ingin menemuinya kembali hingga aku
memutuskan untuk berbalik dan mengejarnya, tak ada, dia tak aku dapati lagi,
dia tiba – tiba hilang dengan cepat, aku jalan dan berlari mencarinya tak
peduli seberapa larut sudah malam ini, hingga aku memutuskan untuk sms
memastikan dia dimana, langkahku pelan lunglai berhenti mengetahui dia bersama
lelaki itu saat ini.
***
Sudah
2 tahun ini berlalu, aku dan seryl tidak saling berhubungan lagi, aku merelakan
segalanya, dan mengubur dalam – dalam ingatanku bahwa dia yang memperjuangkan
aku agar dapat kuliah bersama disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar